Pusat Pelatihan Anti Teror Untuk Security

pelatihan anti teroris

Pusat Pelatihan Anti Teror Untuk Security

Saat ini sudah banyak pusat pelatihan anti teror di Indonesia yang diperuntukkan bagi para security. Indonesia sendiri dipercaya sudah cukup berhasil dalam menegakkan hukum terorisme. Di Indonesia sudah banyak aksi-aksi terorisme yang terungkap dan dibawa ke ranah hukum. Dunia internasional pun telah mengapresiasi keberhasilan dalam penangkapan tersebut.

Keberhasilan tersebut masih belum diikuti dengan keberhasilan pencegahan dini sebagai bentuk dalam meningkatkan kewaspadaan dari banyak pihak. Sehingga masyarakat masih dihantui oleh ancaman terorisme, serta masih adanya serangan dan penangkapan yang terus berlanjut.

Bahkan mantan NAPI sekalipun bisa menjadi teroris dan ditangkap kembali. Masyarakat serta pemerintah perlu melakukan sinergi sebagaimana peraturan yang ada agar terorisme dapat berhasil dicegah. Perlunya pelatihan bersama yang dilakukan oleh Kementerian, Lembaga Pemerintahan dan masyarakat sehingga koordinasi dapat berjalan dengan lancar. Berbagai aspek yang wajib diketahui dalam kegiatan pencegahan terorisme akan disosialisasikan dalam pelatihan tersebut.

Petugas keamanan atau security perlu mengantisipasi terorisme yang semakin merebak di sejumlah tempat, terutama tempat-tempat yang ramai. Petugas satpam bisa langsung melakukan tindakan seperti evakuasi dan memberikan penjelasan pada masyarakat dengan materi yang dibekali saat pelatihan. Dengan diberikannya materi dan pelatihan tersebut, keadaan yang lebih buruk dapat diminimalisir oleh pengetahuan yang dimiliki security.

Pelatihan Anti Teror Untuk Pencegahan Terorisme

Ada beberapa prinsip yang harus selalu dipegang dalam melakukan pencegahan terorisme, mulai dari menghormati hak asasi manusia, meningkatkan kewaspadaan nasional, mewujudkan upaya yang komperehensif dan sinergi diciptakan dalam bidang perlindungan, pencegahan serta deradikalisasi antara masyarakat dan institusi pemerintah, sehingga keamanan nasional akan terjamin dari ancaman terorisme.

Ada 6 prinsip umum dalam pencegahan terror yang perlu diketahui, yaitu:

  • Supremasi hukum, landasan hukum yang berlaku merupakan dasar dari seluruh pencegahan terorisme.
  • Indiskriminasi, artinya semua warga negara Indonesia akan diperlakukan sama di bawah UU Anti Terorisme, sehingga pemerintah tidak akan berfokus atau menuduh pada satu kelompok saja, baik kelompok etnis, agama, hingga kepentingan lainnya dalam melakukan upaya kontra teror.
  • Prinsip Independensi, semua rekomendasi ataupun harapan masyarakat internasional dimasukkan sebagai bahan pertimbangan dalam membuat kesimpulan dan keputusan.
  • Prinsip Koordinasi, ancaman terror adalah ancaman yang melewati batas yurisdiksi satu departemen bahkan negara yang direfleksikan oleh prinsip koordinasi. Sehingga koordinasi menjadi hal yang sangat penting untuk memerangi terorisme, karena dalam upaya menanggulangi teror harus melintasi batas yurisdiksi.
  • Prinsip Demokrasi, akan dicari keseimbangan antara otoritas pemerintah serta prinsip-prinsip demokrasi oleh pemerintah Indonesia. Sehingga dalam mengejar otoritas absolut, pemerintah tidak akan mengabaikan prinsip-prinsip demokrasi.
  • Prinsip Partisipasi, jika hanya mengandalkan peran pemerintah dalam melawan teror tidak akan berhasil dimenangkan. Hal yang sangat penting dalam melawan terorisme ialah partisipasi yang dilakukan oleh masyarakat serta pihak pemerintah.
pelatihan anti teroris

Cakupan Pencegahan Terorisme

Berikut ini cakupan dari pencegahan terorisme, yaitu:

  • Pengawasan

Berbagai hal yang berhubungan dengan ruang gerak, instrumen serta kebutuhan bahan peledak lainnya dalam menjalankan aksi teror di Indonesia diawasi, yang mana menjadi maksud dari elemen pencegahan terorisme yang satu ini. Hal-hal mulai dari menyiapkan rumusan strategi, pelaksanaan pengawasan, penyiapan bahan koordinasi, monitoring sampai pengendalian di bidang pengawasan, itu semua diawasi.

Selain hal-hal tersebut juga dilakukan pengawasan terhadap elemen lain, mulai dari jaringan teroris, orang, tingkah laku dan aksi, sumber/alat dan dana teror bahan peledak, pola rekruitmen, amunisi dan sumber dana hingga senjata api.

Baca juga : PERUSAHAAN PENYEDIA JASA SECURITY INTEGRATOR

  • Kontra propaganda

Untuk menangkal propaganda serta memberikan perlawanan radikalisme baik melalui media cetak maupun lainnya maka digunakanlah kontra propaganda. Media-media yang bisa digunakan untuk melakukan kontra propaganda sendiri ada banyak, seperti media elektronik, media sosial, media cetak, kontra berbentuk narasi atau opini di media cetak atau website dan media lainnya.

Propaganda sesat umumnya berisi bahwa melakukan bom bunuh diri merupakan mati syahid. Sehingga sangat jelas bahwa propaganda sesat tersebut beserta propaganda lainnya harus dilawan dengan kontra narasi yang tepat serta mencerahkan masyarakat umum.

  • Kewaspadaan

Aktivitas yang tugasnya ialah dimulai dari melakukan persiapan bahan perumusan, koordinasi, kebijakan dan strategi serta pengumpulan data awal mengenai rencana kegiatan serta pendanaan terorisme disebut sebagai kewaspadaan. Dalam rangka mencegah aksi terorisme maka dilakukanlah kewaspadaan.

  • Perlindungan

Upaya pengamanan dari adanya ancaman dan tindakan terorisme terhadap objek vital, transportasi hingga VVIP baik di pemukiman maupun wilayah publik disebut sebagai perlindungan. Kegiatan tersebut meliputi perumusan kebijakan serta program, pelaksanaan perlindungan, koordinasi hingga pemantauan serta pengendalian program perlindungan.

  • Deradikalisasi

Segala usaha atau upaya yang dilakukan untuk menetralisir paham radikal melalui pendekatan interdispliner, mulai dari hukum, agama, psikologi, hingga sosial budaya terhadap mereka yang terekspos atau terpengaruhi oleh paham radikal disebut sebagai upaya deradikalisasi. Komponen dari deradikalisasi sendiri terdiri dari rehabilitasi, resosialisasi, reintegrasi atau reedukasi.

  • Pelibatan

Masyarakat umum memiliki peran yang penting dalam upaya pencegahan teror di Indonesia. Dengan melibatkan komponen masyarakat, maka pencegahan teror dapat dilakukan terutama mereka yang dianggap sebagai kelompok yang rawan melakukan kegiatan-kegiatan kebangsaan.

Kelompok rawan tersebut meliputi remaja Muslim pria yang berusia 16-24 tahun dan berada di tingkat pendidikan sekolah menengah hingga bangku kuliah. Kegiatan yang dilakukan bisa berisi hal-hal positif, seperti pelatihan, seminar, dan lain sebagainya. Sehingga berbagai pihak dapat membantu mewujudkan pencegahan terorisme di Indonesia, mulai dari tokoh masyarakat, agama serta masing-masing individu.

KONSULTAN TRAINING SECURITY TERPERCAYA DAN TERBAIK DI INDONESIA
KONSULTAN TRAINING SECURITY TERPERCAYA DAN TERBAIK DI INDONESIA

Teknik Penanganan Bom Untuk Security

Sebagai satuan pengamanan atau satpam memiliki tugas yang sangat beresiko. Langkah antisipasi saat terjadi teror bom di lingkungan kerja harus dibekali satpam yang mempunyai tugas kepolisian terbatas. Berdasarkan Buku Saku Satpam, berikut ini beberapa teknik penanganan bom, antara lain:

  • Mendapatkan Ancaman Teror Bom

Dengar baik-baik apa yang disampaikan si pembicara melalui telepon, serta bersikaplah dengan tenang. Apa saja yang dikatakan oleh si pembicara catatlah semuanya, alangkah baiknya jika direkam. Berikut langkah-langkahnya:

  • Melaporkan kepada Chief Security.
  • Mengisi formulir ancaman atau teror bom.
  • Merekam pembicaraan.
  • Menyiagakan anggota pemadam kebakaran.
  • Melakukan pencarian karung yang diduga sebagai bom.
  • Mengamankan keadaan.
  • Penemuan Bom Paket Atau Yang Dikemas Seperti Paket

Berikut langkah-langkah yang harus dilakukan:

  • Melaporkan kepada Chief Security.
  • Menyiagakan anggota pemadam kebakaran.
  • Untuk menentukan presentase kebenaran bom, maka mengadakan deteksi dini.
  • Bila situasi aman karena hasil negatif, maka menyerahkan situasi kepada satuan Polisi Wilayah.
  • Laksanakan perlindungan dini serta evakuasi bila hasil positif.
  • Mengadakan pencarian di lokasi yang lain.
  • Mematikan aliran listrik di TKP.
  • Buat Police Line atau Status Quo.
  • Sebelum tim penjinak Bom Polri datang ke TKP, perkuat keamanan TKP.
  • Melaporkan kepada tim penjinak bom langkah-langkah yang telah diambil.

Demikianlah artikel mengenai pusat pelatihan anti teror untuk security. Kami sebagai perusahaan penyedia jasa dan pelatihan petugas keamanan siap membantu memberikan solusi dalam masalah keamanan yang sedang dihadapi Anda.

HUBUNGI KAMI UNTUK KEBUTUHAN KEAMANANMU BERSAMA EFL :

021 22976316

0811 1191 165

No Comments

Post A Comment